Saturday, March 15, 2014

Gula Itu Manis, Amankah?



Berdasarkan om Wikipedia, Pengertian gula itu:

Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel.

Gula sebagai komoditi

Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu, bit gula, atau aren. Meskipun demikian, terdapat sumber-sumber gula minor lainnya, seperti kelapa. Sumber-sumber pemanis lain, seperti umbi dahlia, anggir, atau jagung, juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan).

Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia, Brasil, dan Thailand. Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an, namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin, negara-negara Karibia, dan negara-negara Asia Timur.
Lain halnya dengan bit, gula bit diproduksi di tempat dengan iklim yang lebih sejuk, Eropa Barat Laut dan Timur, Jepang utara, dan beberapa daerah di Amerika Serikat, musim penumbuhan bit berakhir pada pemanenannya di bulan September. Pemanenan dan pemrosesan berlanjut sampai Maret di beberapa kasus. Lamanya pemanen dan pemrosesan dipengaruhi dari ketersediaan tumbuhan, dan cuaca. Bit yang telah dipanen dapat disimpan untuk di proses lebih lanjut, namum bit yang membeku tidak bisa lagi diproses.
Pengimpor gula terbesar adalah Uni Eropa. Peraturan pertanian di EU menetapkan kuota maksimum produksi dari setiap anggota sesuai dengan permintaan, penawaran, dan harga. Sebagian dari gula ini adalah gula "kuota" dari industry levies, sisanya adalah gula "kuota c" yang dijual pada harga pasar tanpa subsidi. Subsidi-subsidi tersebut dan pajak impor yang tinggi membuat negara lain susah untuk mengekspor ke negara negara UE, atau bersaing dengannya di pasar dunia. Amerika Serikat menetapkan harga gula tinggi untuk mendukung pembuatnya, hal ini mempunyai efek samping namun, banyak para konsumen beralih ke sirup jagung (pembuat minuman) atau pindah dari negara itu (pembuat permen)
Pasar gula juga diserang oleh harga sirup glukosa yang murah. Sirup tersebut di produksi dari jagung (maizena), Dengan mengkombinasikannya dengan pemanis buatan pembuat minuman dapat memproduksi barang dengan harga yang sangat murah.

Menurut para ahli, konsumsi gula yang baik adalah  2 sendok makan/hari. Tapi tahukah Anda gula itu bisa menyebabkan diabetes mellitus jika dikonsumsi terlalu banyak. Ada banyak pengganti gula tebu diantaranya adalah gula jagung, stevia, agave atau bisa juga aspartam sebagai pemanis buatan yang tidak mengandung kalori dan tidak menaikkan kadar gula darah, tetapi segala pemanis yang dibuat manusia tentu memiliki efek samping kalau dikonsumsi secara terus-menerus, bukan?

Mungkinkah pasien diabetes mengonsumsi makanan manis? Tentu saja boleh. Pada dasarnya tujuan pengaturan makan pasien diabetes adalah untuk menurunkan kadar gula darah mendekati normal dengan menyeimbangkan asupan makanan. Memang beberapa jenis gula sebaiknya dihindari, tetapi saat ini sudah tersedia produk pengganti gula yang kandungan kalorinya minimal.

"Anjuran yang terbaik adalah dengan menggunakan kandungan gula yang sangat minimal dalam diet penderita diabetes," ujar Keri Glassman, ahli gizi asal New York. Produk pengganti gula dapat dijadikan pilihan karena selain menawarkan rasa manis, namun juga mengontrol asupan karbohidrat dan glukosa darah.

Jenis gula yang harus dihindari adalah gula murni seperti gula pasir, gula merah, permen, cokelat, selai, madu, sirop, atau susu kental manis. Salah satu yang ditakuti oleh penikmat rasa manis adalah diabetes mellitus. Diabetes melitus dapat mempengaruhi hampir semua bagian tubuh, termasuk kulit. Kadar gula darah yang tidak terkontrol pada pasien diabetes melitus sering kali membuat kulit kering dan terasa gatal, luka menjadi sulit sembuh, infeksi kulit dan lain-lain.

kesimpulannya adalah gula itu aman dikonsumsi selama dalam batas dan kadar tertentu yang dianjurkan.

No comments:

Post a Comment